Akhlak belajar

Akhlak belajar

Dasar dalam menuntut ilmu

  • Islam merupakan agama yang punya perhatian besar kepada ilmu pengetahuan. Islam sangat menekankan umatnya untuk terus menuntut ilmu.
  • Ayat pertama yang diturunkan Allah adalah Surat Al-‘Alaq, di dalam ayat itu Allah memerintahan kita untuk membaca dan belajar.
  • Dalam menuntut ilmu tidak mengenal waktu, dan juga tidak mengenal jenis. Pria dan wanita punya kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu. Sehingga setiap orang, baik pria maupun wanita bisa mengembangkan potensi yang diberikan oleh Allah Swt kepada kita sehingga potensi itu berkembang dan sampai kepada kesempurnaan yang diharapkan.

Penerapan Akhlak dalam Belajar

Agar ilmu yang hendak dicapai bukan saja dapat dipahami tetapi memperoleh keberkatan dari Allah.

Akhlak juga penting untuk  mewujudkan keharmonian hubungan antara  pelajar dengan pengajar. Hubungan yang baik di antara guru dengan murid bukan saja akan mempercepat tetapi juga memudahkan proses penimbaan ilmu pengetahuan.

Pelajar hendaklah mengenali ilmu yang paling mulia dengan cara melihat kepada hasilnya apabila akan membawa kepada kebahagiaan abadi di dunia dan di akhirat. Manakala ilmu alam akan membawa kepada kehidupan duniawi . Oleh itu ilmu agama mengenai Allah AzzawaJalla, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya dan ilmu menuju kepada Allah adalah paling mulia dan utama.

Pelajar hendaklah sadar bahawa tujuan belajar adalah menghiasi dan mencantikkan hati dengan sifat-sifat keutamaan (sifat mahmudah). Jangan sekalikali bertujuan menuntut ilmu untuk menjadi pemimpin, memperoleh harta dan kemegahan, melawan orang bodoh dan membangga diri. Pelajar yang sedang mempelajari ilmu akhirat, tidak seharusnya memandang hina pelajar yang mempelajari ilmu keduniaan, kerana mungkin ilmu keduniaan itu termasuk dalam bidang fardhu kifayah untuk dituntut.

Pelajar mestilah tidak mempunyai sifat sombong kepada ilmunya dan jangan sekali-kali menentang gurunya. Seorang pelajar harus hormat dan patuh kepada gurunya agar mendapat pahala dan kemulian di sisi Allah.

Hendaklah seorang pelajar rajin bertanya kepada guru tetapi mengenai persoalannya yang dalam ruang lingkup yang diizinkan oleh gurunya. Allah berfirman dalam Q.s an-Nahl: 43 yang maksudnya “Bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui”.

Tata Cara Menuntut Ilmu

  • Menekuni dasar-dasar ilmu

Barang siapa belum menekuni dasar-dasar ilmu, niscaya tidak akan bisa menguasai ilmu yang diinginkan. Dari sini, maka harus ada pendasaran terhadap setiap ilmu yang ingin engkau kuasai dengan cara menekuni dasar-dasar ilmu dan kitab yang ringkas pada seorang guru yang mumpuni, bukan dengan cara otodidak saja serta harus berjenjang dalam belajar.

  • Kerjakanlah semampu kalian

“Di mana ada kesulitan di situ ada kemudahan.” Kaidah ini bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Adapun dalil dari As-Sunnah adalah sabda Rasulullah saw kepada Umran bin Hushain: “Shalatlah dengan berdiri, lalu jika engkau tidak mampu maka dengan duduk, dan kalau tidak mampu juga maka dengan berbaring.”

(HR Bukhari).

Juga, sabda beliau, “Kalau saya perintahkan kalian untuk melakukan sesuatu, maka kerjakanlah semampu kalian.“

(HR Bukhari dan Muslim).

  • Awali dengan niat yang benar, baik dan ikhlas

Niatkan bahwa mencari/menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Niatkan bahwa ilmu yang dimiliki akan digunakan untuk kebaikan, bukan untuk mengejar dunia semata.Niatkan bahwa dengan ilmu tersebut, kita berjuang di jalan Allah. Memohonlah kepada Allah agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dunia-akhirat.

Beberapa hal agar memperoleh kemudahan dalam menuntut ilmu:

  • taat beribadah, rajin bangun malam untuk sholat tahajud dan tafakur.
  • tidak berbuat maksiat
  • memuliakan/menghormati guru (adab murid kepada guru)
  • memuliakan/menghormati sahabat (adab murid kepada sesama murid)
  • memuliakan/menghormati kitab/buku (adab murid kepada pelajaran)
  • sering bergaul/berdiskusi dengan ulama (memuliakan ulama)
  • membiarkan diri lapar ketika sedang belajar (rajin berpuasa)

Jangan menjadi manusia yang berilmu (pintar) tetapi zolim. Dan jangan pula menjadi manusia yang taat beribadah (sholeh) tapi bodoh. Ilmu tanpa didasari dengan keimanan, maka dengan ilmu tersebut manusia akan berbuat kerusakan dan kezoliman. Iman tanpa didasari dengan ilmu, maka keimanannya bersifat semu, hanya sebuah khayalan dan sugesti belaka, begitupun ibadahnya hanya bersifat ikut-ikutan. Oleh karena itu, raihlah kesuksesan dengan 2 sayap, iman dan ilmu. Insya Allah… kesuksesan yang kita raih bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.

Kesimpulan

Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa orang yang mulia di sisi Allah hanya karena dua hal;

karena imannya dan karena ketinggian ilmunya. Bukan karena jabatan atau hartanya. Karena itu dapat kita ambil kesimpulan bawa ilmu pengetahuan harus disandingkan dengan iman. Tidak bisa dipisahkan antara keduanya. Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan iman akan menghasilkan peradaban yang baik yang disebut dengan Al-Madinah al-Fadhila

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: